Beberapa waktu lalu, saya diajak oleh Pak Ketum Asidewi, Mas Andi, untuk bersama datang ke undangan Kemenpar (Kementerian Pariwisata) di Medan Merdeka. Undangan ini dalam rangka penjajakan kemungkinan adanya kerjasama dalam hal pendampingan desa wisata. Dalam rapat, kita apresiasi atas komitmen Bu Niluh sebagai Wamen Pariwisata untuk memajukan Pariwisata di Indonesia.
Beliau memiliki kesungguhan agar peningkatan devisa dan pendapatan dari sektor Pariwisata bisa berkontribusi lebih kepada pendapatan dan pertumbuhan ekonomi. Langkah kebijakan yang diambil juga cukup strategis dengan melibatkan dana swasta untuk bisa mempercepat pelaksanaan sesuai renstra dan program kerja. Utamanya peningkatan kualitas SDM Pariwisata, infrastruktur, dan produk Pariwisata. Selain itu, fokus juga pada kolaborasi dengan pentahelix dan sinergi dengan kementrian lain demi mewujudkan desa yang mandiri dengan keunggulan Pariwisata.
Sebagai Ketua Asidewi (Asosiasi Desa Wisata Indonesia) Banten, Saya merasa langkah langkah Kemenpar telah berada di Koridor yang tepat. Kami mendorong juga agar program unggulan dari Pemerintah Prabowo Gibran bisa sinergi dengan kemajuan desa desa wisata di Indonesia utamanya program MBG (Makanan Bergizi Gratis) untuk masyarakat miskin di pedesaan dan perkotaan, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang melibatkan stakeholder desa, kampung, atau kelurahan, dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di 1000 titik pusat nelayan seluruh Indonesia.
Termasuk di wilayah Banten ada sedikitnya 5 titik yang potensi dijadikan kampung nelayan sebagai peningkatan kesejahteraan nelayan dan tata kelola yang lebih baik. Utamanya adalah mengenai prinsip ekonomi berkeadilan bagi petani, nelayan, peternak, dan lain lain yang bisa dilibatkan dalam pengembangan desa terintegrasi dan terpadu serta dilengkapi dengan digital sebagai akselerasi pertumbuhan ekonomi desa dan Indonesia.

0 Comments